Rabu, 01 Desember 2010

Duel Darah Tanpa Dendam


Debu - debu mengambang naik bercumbu dengan hawa gerah di pelataran Masjid Al Muttaqin di Desa Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Surai terik Matahari pesisir masih terasa menyengat mencambuki bumi. Hentak langkah sekitar 30 pasang pemuda bertelanjang dada di pelataran masjid yang berpasir itulah yang membuat debu berkepul dan beterbangan ke segala arah.

Bukan hanya sisa-sisa Matahari terik sore yang mencambuki punggung dan dada legam pemuda-pemuda itu, tetapi juga bilah-bilah lidi daun pohon enau. Tiga puluhan pasang pemuda itu bergantian saling mencambuk punggung dan dada pasangan masing-masing dengan lidi enau. Tangan kiri mereka menggenggam puluhan lidi enau dengan panjang rata-rata sekitar 1,5 meter, sedangkan tangan kanan mereka menyabetkan beberapa bilah lidi enau ke tubuh pasangan masing-masing.